Buah dan Sayuran yang Baik untuk Bayi

Sampai usia enam bulan, makanan bayi memang cuma ASI. Setelah itu, memasuki usia enam bulan, bayi akan mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI).

Agar bayi memiliki kebiasaan makan yang baik, dr Dadang Primana, MSc, SpGZ, SpKO, menyarankan agar ibu membuat jadwal makan bayi. Pada umumnya jadwal pemberian makan dibagi 2, yaitu jadwal pemberian makanan utama dan jadwal makanan selingan.

Menyiapkan MPASI ini akan menjadi tantangan utama para ibu, karena tidak semua bayi akan melaluinya dengan mudah. Ibu akan selalu dituntut untuk mengolah berbagai bahan makanan yang ada di rumah. Sayur-sayuran, buah, dan ikan-ikanan sebaiknya diperkenalkan pada anak sejak dini.

Makanan selingan berupa buah-buahan yang sudah bisa diperkenalkan pada bayi sejak usia enam bulan. Hanya saja, tidak semua buah, sayuran, atau ikan, boleh diberikan pada bayi. Buah yang disarankan ialah yang berserat sedikit seperti pepaya dan pisang.

"Kedua jenis buah ini bisa dimakan langsung oleh bayi karena lunak," kata Dadang. Namun untuk buah lainnya, seperti jeruk, melon, dan tomat, biasanya harus dibikin jus dulu. Sementara buah yang dilarang untuk bayi adalah yang memiliki sifat merangsang seperti durian dan nangka. Buah-buahan ini dapat meningkatkan asam lambung sehingga tak baik bagi bayi.

Sayuran dan ikan
Mulai usia 7 hingga 12 bulan, bayi sudah harus diberikan makanan lunak. Misalnya, bubur ayam beserta lauk-pauk seperti sayuran. Sayuran sebaiknya diberikan ketika bayi memasuki usia 6 bulan. Karena, sayuran mengandung zat nitrat yang dapat mengganggu penyerapan mineral dari makanan lain pada bayi jika diberikan sebelum usia tersebut.

Untuk perkenalan, Dadang menyarankan agar bayi diberi sayuran yang tak memiliki serat tinggi seperti wortel. Setelah itu, segala jenis sayuran boleh diberikan, namun tetap harus beragam dan bervariasi. Ikan juga sudah boleh diberikan. "Pada umumnya, semua ikan baik karena mengandung protein yang tinggi," ujar Dadang.

Hanya masalahnya, ikan memiliki duri sehingga cara penyajiannya harus hati-hati. "Ikan laut dalam memiliki kelebihan ketimbang ikan lainnya karena mengandung asam lemak esensial." Contohnya, tuna, cengkalang, dan sarden.

PISANG.JPG – JSPACEFOOD.COM