16
Apr

4 Cara Memenuhi Nutrisi Ibu Hamil Saat Mengalami Morning Sickness

bagikan
4 Cara Memenuhi Nutrisi Ibu Hamil Saat Mengalami Morning Sickness

Morning sickness merupakan salah satu kondisi yang cukup umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Gejalanya bisa berupa mual, muntah, hingga hilangnya nafsu makan. Meski disebut morning sickness, keluhan ini sebenarnya dapat muncul kapan saja sepanjang hari.

Bagi sebagian ibu hamil, kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri karena tubuh tetap membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan ibu sekaligus perkembangan janin. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk menemukan cara yang tepat agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi meskipun sedang mengalami morning sickness.


Tantangan Memenuhi Nutrisi Saat Morning Sickness

Saat mengalami morning sickness, banyak ibu hamil merasa sulit makan karena rasa mual yang muncul setiap kali mencium aroma makanan atau setelah mengonsumsi makanan tertentu. Kondisi ini dapat menyebabkan asupan nutrisi menjadi berkurang.

Padahal selama kehamilan, tubuh membutuhkan berbagai nutrisi penting seperti protein, zat besi, asam folat, kalsium, serta vitamin dan mineral lainnya untuk mendukung pertumbuhan janin.

Menurut penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition, kecukupan nutrisi selama kehamilan berperan penting dalam perkembangan organ janin, termasuk otak dan sistem kekebalan tubuh.

Karena itu, meskipun morning sickness terasa tidak nyaman, Bunda tetap perlu mencari strategi agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi. Berikut beberapa cara yang dapat membantu Bunda menjaga asupan nutrisi selama masa kehamilan dan mengalami fase morning sickness.


1. Makan dalam Porsi Kecil tapi Sering

Saat mual menyerang, makan dalam porsi besar sering kali justru membuat kondisi semakin tidak nyaman. Oleh karena itu, Bunda dapat mencoba mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.

Cara ini membantu menjaga kadar energi tetap stabil tanpa membuat lambung terlalu penuh. Misalnya dengan makan setiap 2–3 jam sekali dalam jumlah kecil.

Beberapa pilihan makanan ringan seperti biskuit, roti, atau buah dapat menjadi solusi praktis untuk membantu mengurangi rasa mual sekaligus memberikan energi tambahan bagi tubuh.


2. Memilih Makanan yang Ramah Lambung

Saat mengalami morning sickness, penting untuk memilih makanan yang lebih mudah dicerna oleh lambung. Makanan yang terlalu berminyak, pedas, atau beraroma tajam biasanya dapat memicu rasa mual.

Sebagai alternatif, Bunda bisa memilih makanan dengan rasa yang lebih ringan seperti sup hangat, nasi dengan lauk sederhana, buah segar, atau makanan yang tidak terlalu berlemak.

Selain itu, beberapa ibu hamil juga merasa lebih nyaman mengonsumsi makanan yang dingin atau suhu ruang karena aromanya tidak terlalu kuat.


3. Memenuhi Cairan untuk Tubuh

Dehidrasi dapat memperburuk rasa mual yang dialami ibu hamil. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk tetap mencukupi kebutuhan cairan setiap hari.

Jika sulit minum dalam jumlah banyak sekaligus, Bunda bisa mencoba minum sedikit demi sedikit tetapi lebih sering. Air putih, jus buah segar, atau sup hangat bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Menurut Journal of Obstetrics and Gynaecology, menjaga hidrasi selama kehamilan juga penting untuk mendukung fungsi metabolisme serta membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan hormon selama masa kehamilan.


4. Melengkapi Nutrisi dengan Susu Kehamilan

Selain dari makanan utama, Bunda juga dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian melalui susu kehamilan yang diformulasikan khusus untuk ibu hamil.

Salah satu pilihan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan adalah vidoran Ibunda. Susu ibu hamil ini diformulasikan dengan formula imunUp yang diperkaya Cod Liver Oil, sumber alami Omega 3&6 (DHA & EPA) yang penting untuk mendukung perkembangan otak dan retina janin.

vidoran Ibunda juga mengandung vitamin A dan D, serta vitamin C, D3, E, dan zinc yang membantu menjaga daya tahan tubuh ibu selama kehamilan. Selain itu, terdapat kalsium, zat besi, dan protein yang penting untuk mendukung pembentukan tulang, jaringan tubuh, serta membantu menjaga kesehatan ibu dan janin.

Kandungan asam folat dan inulin di dalamnya juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan janin serta membantu menjaga kesehatan pencernaan ibu selama masa kehamilan.

Dengan nutrisi yang tepat, Bunda tetap dapat menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung tumbuh kembang janin meskipun sedang mengalami morning sickness.


Artikel Lainnya: 4 Cara Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Sebelum Pubertas


Daftar Pustaka

Niebyl, J. R. (2010). Nausea and vomiting in pregnancy. The New England Journal of Medicine.

King, J. C. (2016). Maternal nutrition and fetal development. The American Journal of Clinical Nutrition.