Kehamilan adalah masa ketika tubuh ibu
bekerja ekstra keras, bukan hanya untuk menjaga kesehatan diri sendiri tetapi
juga untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang si Kecil di dalam kandungan.
Banyak perubahan terjadi secara alami, mulai dari hormon, bentuk tubuh, hingga
metabolisme. Namun ada satu bagian tubuh yang sering luput dari perhatian
padahal memegang peran penting: tulang. Perubahan pada tulang ibu selama
hamil tidak selalu tampak, tapi dampaknya bisa terasa, terutama jika asupan
nutrisi tidak tercukupi dengan baik.
Bagaimana Kehamilan Memengaruhi
Kepadatan Tulang Ibu?
Selama hamil, tubuh ibu menyediakan kalsium
dalam jumlah besar untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Jika kebutuhan ini
tidak dipenuhi dari makanan, tubuh otomatis mengambil cadangan kalsium dari
tulang ibu. Di sinilah perubahan mulai terjadi: sebagian ibu bisa mengalami
penurunan kepadatan tulang sementara, terutama di trimester akhir ketika
kebutuhan kalsium bayi sedang tinggi-tingginya. Walaupun biasanya bersifat
sementara, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena dapat memberi dampak
jangka panjang jika pola makan kurang mendukung.
Risiko Kekurangan Kalsium: Dari
Osteoporosis Dini hingga Gigi Rapuh
Kurangnya asupan kalsium selama hamil dapat
meningkatkan beberapa risiko:
- Osteoporosis dini
Penurunan massa tulang membuat tulang lebih mudah rapuh dan keropos. - Gigi rapuh dan mudah berlubang
Banyak ibu merasakan perubahan kondisi gigi saat hamil, salah satunya akibat kekurangan mineral penting. - Nyeri sendi dan punggung
Perubahan postur tubuh dan beban kehamilan membuat sendi bekerja lebih keras, dan rasa nyeri bisa semakin terasa bila kesehatan tulang tidak optimal.
Keluhan ini sering dianggap hal “biasa”
saat hamil, padahal sebagian bisa dicegah dengan pemenuhan nutrisi yang tepat.
Nutrisi Penting untuk Kesehatan Tulang
Ibu
Untuk menjaga tulang tetap kuat selama masa
kehamilan, tiga nutrisi utama yang wajib diperhatikan adalah:
1. Kalsium
Merupakan komponen utama tulang. Ibu hamil
memerlukan sekitar 1.000–1.200 mg per hari. Bisa didapatkan dari suusu
dan produk olahannya, ikan, tahu, tempe, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.
2. Vitamin D
Membantu tubuh menyerap kalsium lebih
optimal. Bisa didapatkan dari sinar matahari pagi, telur, dan ikan berlemak.
3. Protein
Berperan dalam pembentukan jaringan dan
kekuatan struktur tulang serta sendi. Protein bisa didapatkan dari telur,
daging, ikan, susu, dan kacang-kacangan.
Peran Susu Kehamilan Sebagai Sumber
Tambahan Nutrisi
Pola makan sehari-hari sering kali belum
cukup memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi ibu hamil, terutama ketika mual, cepat
kenyang, atau sulit mengatur pola makan. Di sinilah susu kehamilan berperan
sebagai pelengkap gizi selama kehamilan.
Bunda bisa meminum Susu vidoran Ibunda,
yang diformulasikan khusus untuk mendukung kebutuhan gizi ibu dan perkembangan
janin selama kehamilan. Susu vidoran Ibunda merupakan susu masa kehamilan yang tinggi kalsium dan D3, juga dilengkapi
formula imunUp, diperkaya Cod Liver Oil, Omega 3 (DHA & EPA),
Asam Folat, Zat Besi, serta Vitamin C, dan Zinc yang
semuanya berperan penting untuk menjaga kesehatan tulang ibu sekaligus
menunjang pembentukan tulang, otak, dan sistem imun janin. Vidoran Ibunda juga
memiliki tingkat sukrosa yang rendah untuk menjaga kenaikan BB Ibu hamil dan
vit B6 untuk mencegah rasa mual
Perubahan tulang selama hamil adalah bagian alami dari perjalanan kehamilan, namun bisa dikelola dengan baik melalui nutrisi yang tepat. Pastikan kebutuhan kalsium, vitamin D, dan nutrisi penting lainnya selalu tercukupi, baik dari makanan sehat maupun dukungan susu kehamilan seperti Susu vidoran Ibunda. Jaga kesehatan tulang, jaga kenyamanan tubuh, dan siap jalani kehamilan dengan penuh nutrisi.