Perjalanan mudik sering menjadi momen yang
dinantikan keluarga. Anak-anak biasanya ikut bersemangat karena bisa bertemu
kakek-nenek atau bermain dengan sepupu di kampung halaman. Namun di balik
keseruan tersebut, tidak sedikit orang tua yang menghadapi tantangan baru: anak
tiba-tiba susah makan atau mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut) selama
perjalanan.
Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi.
Perubahan rutinitas, rasa lelah, hingga kondisi tubuh yang kurang nyaman dapat
memengaruhi nafsu makan anak. Agar Bunda tidak terlalu khawatir, penting untuk
memahami beberapa penyebab anak susah makan saat mudik sekaligus cara
mengatasinya agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.
1. Perubahan Jadwal dan Lingkungan
Salah satu penyebab paling umum anak susah
makan saat mudik adalah perubahan rutinitas harian. Di rumah, anak terbiasa
dengan jam makan yang teratur, tempat makan yang familiar, serta suasana yang
nyaman. Saat mudik, rutinitas ini sering berubah karena waktu makan bergeser,
perjalanan panjang, atau lokasi makan yang berbeda.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal
of Pediatric Gastroenterology and Nutrition menyebutkan bahwa perubahan
rutinitas dapat memengaruhi pola lapar dan kenyang pada anak karena tubuh
sedang beradaptasi dengan lingkungan baru.
Cara mengatasinya:
Bunda bisa mencoba menjaga jadwal makan anak tetap mendekati rutinitas di
rumah. Meski sedang di perjalanan, usahakan tetap ada waktu khusus untuk makan
atau camilan agar pola makan anak tidak berubah terlalu drastis.
2. Bosan atau Tidak Cocok dengan Makanan
di Perjalanan
Pilihan makanan saat perjalanan sering kali
terbatas. Anak mungkin merasa bosan dengan menu yang itu-itu saja atau tidak
cocok dengan makanan dari tempat singgah.
Selain itu, beberapa anak memang sensitif
terhadap rasa, aroma, atau tekstur makanan yang belum familiar.
Cara mengatasinya:
Bunda bisa menyiapkan bekal makanan favorit anak dari rumah seperti roti isi,
buah potong, atau camilan bernutrisi. Makanan yang familiar biasanya lebih
mudah diterima anak sehingga nafsu makannya tetap terjaga.
3. Anak Terlalu Lelah atau Mabuk
Perjalanan
Perjalanan panjang dapat membuat anak cepat
lelah. Duduk terlalu lama di kendaraan juga bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman.
Pada beberapa anak, kondisi ini bahkan memicu mabuk perjalanan yang ditandai
dengan mual, pusing, atau muntah.
Menurut penelitian dalam Pediatrics
& Child Health, rasa mual dapat menurunkan nafsu makan karena tubuh
lebih fokus menyesuaikan kondisi keseimbangannya.
Cara mengatasinya:
Usahakan untuk berhenti sejenak setiap beberapa jam agar anak bisa bergerak,
berjalan sebentar, atau menghirup udara segar.
4. Gangguan Pencernaan Ringan
Perubahan pola makan selama perjalanan juga
dapat memicu gangguan pencernaan ringan seperti kembung, sembelit, atau perut
tidak nyaman. Kondisi ini bisa membuat anak menjadi malas makan.
Kurangnya asupan serat dan cairan selama
perjalanan sering menjadi penyebab utama gangguan pencernaan tersebut.
Cara mengatasinya:
Pastikan anak tetap mendapatkan cukup air minum serta makanan yang mengandung
serat seperti buah. Hindari terlalu banyak makanan cepat saji yang bisa membuat
pencernaan anak semakin tidak nyaman.
5. Strategi Mengatasi Anak GTM Saat
Mudik
Jika anak tetap sulit makan selama
perjalanan, Bunda tidak perlu panik. Beberapa strategi sederhana dapat membantu
mengatasi GTM agar kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi.
Pertama, berikan makanan dalam porsi kecil
tetapi lebih sering. Cara ini biasanya lebih efektif dibanding memaksa anak
menghabiskan porsi besar sekaligus. Kedua, ciptakan suasana makan yang santai
dan menyenangkan agar anak tidak merasa tertekan.
Selain itu, Bunda juga bisa memberikan
dukungan nutrisi tambahan yang praktis selama perjalanan, seperti vidoran Smart
Frugie. Suplemen kesehatan anak ini berbentuk sirup dengan rasa jeruk
yang disukai anak-anak.
vidoran Smart Frugie diperkaya dengan ekstrak
buah dan sayur yang membantu memenuhi kebutuhan serat harian anak, serta mengandung
curcuma dan lysine yang dikenal dapat membantu memperbaiki nafsu makan
si kecil.
Perjalanan mudik seharusnya menjadi
pengalaman menyenangkan bagi si kecil dan juga seluruh keluarga. Dengan
memahami penyebab anak susah makan serta menyiapkan strategi penanganan yang
tepat bersama vidoran Smart Frugie, si kecil tetap dapat siap jadi kuat dan
cerdas selama perjalanan mudik.
Selamat mudik Bunda & keluarga!
Baca Juga: 5 Olahraga yang Direkomendasikan untuk Mengoptimalkan Pertumbuhan Tinggi Anak
Daftar Pustaka
Benton, D. (2015). The influence of
dietary status on the cognitive performance of children. Journal of
Pediatric Gastroenterology and Nutrition.
Goldman, R. (2018). Motion sickness in children: Prevention and management. Pediatrics & Child Health.