18
Mar

Penyebab Anak Susah Makan Saat Diajak Mudik dan Cara Mengatasinya

bagikan
Penyebab Anak Susah Makan Saat Diajak Mudik dan Cara Mengatasinya

Perjalanan mudik sering menjadi momen yang dinantikan keluarga. Anak-anak biasanya ikut bersemangat karena bisa bertemu kakek-nenek atau bermain dengan sepupu di kampung halaman. Namun di balik keseruan tersebut, tidak sedikit orang tua yang menghadapi tantangan baru: anak tiba-tiba susah makan atau mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut) selama perjalanan.

Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi. Perubahan rutinitas, rasa lelah, hingga kondisi tubuh yang kurang nyaman dapat memengaruhi nafsu makan anak. Agar Bunda tidak terlalu khawatir, penting untuk memahami beberapa penyebab anak susah makan saat mudik sekaligus cara mengatasinya agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.

1. Perubahan Jadwal dan Lingkungan

Salah satu penyebab paling umum anak susah makan saat mudik adalah perubahan rutinitas harian. Di rumah, anak terbiasa dengan jam makan yang teratur, tempat makan yang familiar, serta suasana yang nyaman. Saat mudik, rutinitas ini sering berubah karena waktu makan bergeser, perjalanan panjang, atau lokasi makan yang berbeda.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition menyebutkan bahwa perubahan rutinitas dapat memengaruhi pola lapar dan kenyang pada anak karena tubuh sedang beradaptasi dengan lingkungan baru.

Cara mengatasinya:
Bunda bisa mencoba menjaga jadwal makan anak tetap mendekati rutinitas di rumah. Meski sedang di perjalanan, usahakan tetap ada waktu khusus untuk makan atau camilan agar pola makan anak tidak berubah terlalu drastis.

2. Bosan atau Tidak Cocok dengan Makanan di Perjalanan

Pilihan makanan saat perjalanan sering kali terbatas. Anak mungkin merasa bosan dengan menu yang itu-itu saja atau tidak cocok dengan makanan dari tempat singgah.

Selain itu, beberapa anak memang sensitif terhadap rasa, aroma, atau tekstur makanan yang belum familiar.

Cara mengatasinya:
Bunda bisa menyiapkan bekal makanan favorit anak dari rumah seperti roti isi, buah potong, atau camilan bernutrisi. Makanan yang familiar biasanya lebih mudah diterima anak sehingga nafsu makannya tetap terjaga.

3. Anak Terlalu Lelah atau Mabuk Perjalanan

Perjalanan panjang dapat membuat anak cepat lelah. Duduk terlalu lama di kendaraan juga bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman. Pada beberapa anak, kondisi ini bahkan memicu mabuk perjalanan yang ditandai dengan mual, pusing, atau muntah.

Menurut penelitian dalam Pediatrics & Child Health, rasa mual dapat menurunkan nafsu makan karena tubuh lebih fokus menyesuaikan kondisi keseimbangannya.

Cara mengatasinya:
Usahakan untuk berhenti sejenak setiap beberapa jam agar anak bisa bergerak, berjalan sebentar, atau menghirup udara segar.

4. Gangguan Pencernaan Ringan

Perubahan pola makan selama perjalanan juga dapat memicu gangguan pencernaan ringan seperti kembung, sembelit, atau perut tidak nyaman. Kondisi ini bisa membuat anak menjadi malas makan.

Kurangnya asupan serat dan cairan selama perjalanan sering menjadi penyebab utama gangguan pencernaan tersebut.

Cara mengatasinya:
Pastikan anak tetap mendapatkan cukup air minum serta makanan yang mengandung serat seperti buah. Hindari terlalu banyak makanan cepat saji yang bisa membuat pencernaan anak semakin tidak nyaman.

5. Strategi Mengatasi Anak GTM Saat Mudik

Jika anak tetap sulit makan selama perjalanan, Bunda tidak perlu panik. Beberapa strategi sederhana dapat membantu mengatasi GTM agar kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi.

Pertama, berikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Cara ini biasanya lebih efektif dibanding memaksa anak menghabiskan porsi besar sekaligus. Kedua, ciptakan suasana makan yang santai dan menyenangkan agar anak tidak merasa tertekan.

Selain itu, Bunda juga bisa memberikan dukungan nutrisi tambahan yang praktis selama perjalanan, seperti vidoran Smart Frugie. Suplemen kesehatan anak ini berbentuk sirup dengan rasa jeruk yang disukai anak-anak.

vidoran Smart Frugie diperkaya dengan ekstrak buah dan sayur yang membantu memenuhi kebutuhan serat harian anak, serta mengandung curcuma dan lysine yang dikenal dapat membantu memperbaiki nafsu makan si kecil.

Perjalanan mudik seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan bagi si kecil dan juga seluruh keluarga. Dengan memahami penyebab anak susah makan serta menyiapkan strategi penanganan yang tepat bersama vidoran Smart Frugie, si kecil tetap dapat siap jadi kuat dan cerdas selama perjalanan mudik.

Selamat mudik Bunda & keluarga!


Baca Juga: 5 Olahraga yang Direkomendasikan untuk Mengoptimalkan Pertumbuhan Tinggi Anak

 

Daftar Pustaka

Benton, D. (2015). The influence of dietary status on the cognitive performance of children. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition.

Goldman, R. (2018). Motion sickness in children: Prevention and management. Pediatrics & Child Health.