Setiap hari, si Kecil belajar banyak hal
baru, mulai dari mengenal huruf, mengikuti instruksi, hingga bermain bersama
teman. Semua aktivitas tersebut membutuhkan kemampuan berkonsentrasi agar
proses belajarnya berjalan lebih optimal. Kabar baiknya, melatih fokus anak
tidak harus selalu melalui kegiatan belajar formal. Berbagai aktivitas
sederhana di rumah juga dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk meningkatkan
konsentrasinya.
Berikut beberapa aktivitas yang bisa Bunda coba bersama si Kecil di rumah
1. Menyusun Puzzle Sesuai Usia
Puzzle menjadi salah satu permainan yang
efektif untuk melatih perhatian, kemampuan memecahkan masalah, dan koordinasi
mata serta tangan. Pilih jumlah keping puzzle yang sesuai dengan usia anak agar
ia tetap tertantang tanpa merasa frustrasi.
Mulailah dengan puzzle sederhana, kemudian tingkatkan tingkat kesulitannya secara bertahap seiring perkembangan kemampuan anak.
2. Bermain Balok atau Lego
Menyusun balok atau Lego mengajak anak
fokus pada bentuk, warna, dan susunan yang ingin dibuat. Aktivitas ini juga
melatih kreativitas, kemampuan spasial, serta kesabaran saat membangun suatu
bentuk hingga selesai.
Sesekali, ajak anak mengikuti contoh gambar tertentu agar ia belajar memperhatikan detail dan mengikuti urutan langkah.
3. Menggambar dan Mewarnai dengan Tema Tertentu
Daripada membebaskan anak menggambar apa
saja, sesekali berikan tema tertentu, misalnya "hewan di kebun
binatang", "rumah impian", atau "liburan". Tema ini
membantu anak mempertahankan perhatian pada satu ide hingga gambar selesai.
Mewarnai juga melatih kontrol gerakan tangan sekaligus kemampuan mempertahankan fokus dalam waktu tertentu.
4. Mengikuti Permainan Instruksi Sederhana
Permainan mencari benda berdasarkan warna,
atau mengikuti beberapa instruksi berurutan merupakan latihan yang baik untuk
meningkatkan konsentrasi dan kemampuan mendengarkan.
Misalnya, Bunda dapat mengatakan, "Ambil bola merah, lalu letakkan di atas kursi." Anak perlu mendengarkan dengan saksama sebelum bertindak sehingga kemampuan fokusnya ikut terasah.
5. Membaca Buku dan Menceritakan Kembali Isinya
Membacakan buku cerita bersama anak tidak
hanya mempererat kedekatan emosional, tetapi juga melatih daya ingat, kemampuan
memahami cerita, dan konsentrasi.
Setelah selesai membaca, ajak si Kecil menceritakan kembali tokoh, alur cerita, atau bagian favoritnya dengan bahasa sendiri. Cara ini sekaligus membantu mengembangkan kemampuan bahasa dan berpikir logis.
Tips Membuat Anak Lebih Fokus Saat Beraktivitas
Agar anak lebih mudah berkonsentrasi, pilih
waktu ketika ia dalam kondisi segar, misalnya setelah tidur siang atau selesai
makan. Batasi distraksi seperti televisi atau gawai saat bermain, berikan
instruksi yang sederhana, dan sesuaikan durasi aktivitas dengan usianya. Jangan
lupa memberikan pujian atas usaha anak, bukan hanya hasil akhirnya, agar ia
semakin percaya diri dan termotivasi untuk mencoba lagi.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa
aktivitas bermain yang melibatkan pemecahan masalah, membaca bersama, dan
permainan yang membutuhkan perhatian dapat mendukung perkembangan fungsi
eksekutif anak, termasuk kemampuan berkonsentrasi dan mengendalikan perhatian.
Selain itu, American Academy of Pediatrics menegaskan bahwa bermain
merupakan bagian penting dari perkembangan otak, kemampuan sosial, dan kesiapan
belajar anak, sehingga perlu menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Melatih konsentrasi anak tidak perlu selalu
dilakukan melalui kegiatan belajar yang serius. Justru, aktivitas bermain yang
menyenangkan bersama keluarga dapat menjadi kesempatan bagi si Kecil untuk
belajar fokus, berpikir kreatif, dan mengembangkan berbagai keterampilan baru.
Lengkapi juga rutinitas aktifnya dengan multivitamin sesuai, seperti vidoran Gummy Multivitamin yang mengandung vitamin penting seperti Vitamin C dan vitamin B kompleks untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, atau vidoran Gummy Vit C yang membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian dengan cara yang praktis dan disukai anak. Dengan stimulasi yang konsisten, dukungan nutrisi yang tepat, serta pendampingan orang tua, si Kecil akan lebih siap menjalani hari-harinya sebagai anak yang aktif, sehat, dan terus berkembang sesuai potensinya.
Artikel Lainnya: Daftar Pertanyaan Bunda Saat Kontrol ke Dokter, untuk Cari Tahu Soal Tumbuh Kembang Anak
FAQ
1. Berapa lama waktu ideal untuk melatih konsentrasi anak?
Sesuaikan dengan usia anak. Balita umumnya dapat fokus sekitar 10–15 menit untuk satu aktivitas, kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap.
2. Apakah bermain benar-benar bisa melatih konsentrasi anak?
Ya. Permainan yang melibatkan pemecahan masalah, mengikuti instruksi, dan membaca bersama terbukti membantu melatih perhatian serta kemampuan berpikir anak.
3. Bagaimana jika anak cepat bosan saat beraktivitas?
Cobalah mengganti jenis permainan secara berkala, memilih aktivitas yang sesuai
minat anak, serta memberikan jeda istirahat agar ia tidak merasa tertekan.
Daftar Pustaka
- Yogman M, Garner A, Hutchinson
J, Hirsh-Pasek K, Golinkoff RM. The Power of Play: A Pediatric Role in
Enhancing Development in Young Children. Pediatrics. 2018;142(3):e20182058.
- Diamond A. Executive
Functions. Annual Review of Psychology. 2013;64:135–168.
- Center on the Developing Child at Harvard University. Enhancing and Practicing Executive Function Skills with Children from Infancy to Adolescence.