Bunda, si kecil suka menolak makan buah
atau sayur? Hal ini sebenarnya umum tidak hanya pada anak, tapi juga orang
dewasa. Namun, bukan berarti kebiasaan tidak makan buah dan sayur boleh
dibiarkan begitu saja ya Bunda, karena preferensi makanan pada anak memang
masih berkembang, sehingga dibutuhkan proses dan pengenalan berulang agar Si
Kecil terbiasa dengan berbagai rasa dan tekstur.
Buah merupakan salah satu sumber serat,
vitamin, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif yang penting untuk mendukung
kesehatan anak. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa anak dengan pola makan
yang lebih sehat dan konsumsi buah serta sayur yang lebih baik cenderung
menunjukkan tingkat inflamasi (peradangan) yang rendah, stabil, dan sehat
Lantas, apa saja manfaat yang bisa terlewat jika anak jarang mengonsumsi buah?
1. Mendukung Daya Tahan Tubuh
Buah seperti jeruk, jambu biji, kiwi,
stroberi, dan pepaya mengandung berbagai vitamin serta senyawa antioksidan.
Vitamin C, misalnya, berperan dalam mendukung fungsi normal sistem imun.
Karena itu, membiasakan anak mengonsumsi buah dalam menu sehari-hari dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang untuk membantu mendukung daya tahan tubuhnya.
2. Membantu Melancarkan Pencernaan
Salah satu keunggulan buah adalah kandungan
seratnya. Serat membantu mendukung fungsi saluran pencernaan dan dapat membantu
menjaga keteraturan buang air besar.
Asupan serat yang cukup juga sebaiknya dibarengi dengan konsumsi air yang memadai. Jadi, kalau anak sering susah BAB, jangan hanya fokus pada satu jenis makanan, tetapi perhatikan juga keseluruhan pola makan dan cairannya.
3. Menunjang Tumbuh Kembang Anak
Masa kanak-kanak merupakan periode penting
untuk pertumbuhan dan perkembangan. Agar proses tersebut berjalan optimal, anak
membutuhkan beragam zat gizi dari berbagai kelompok makanan.
Buah dan sayur dapat melengkapi asupan
vitamin, mineral, serat, dan komponen pangan lainnya. Sebaliknya, anak yang
picky eater dapat memiliki konsumsi buah dan sayur yang lebih rendah
dibandingkan anak yang tidak picky eater.
Baca juga: Hadapi Si Picky Eater Perlukah Vitamin Agar Anak Gemuk dan Sehat?
4. Menjaga Kesehatan Kulit dan Mata
Warna-warni buah bukan sekadar membuat
tampilan makanan lebih menarik. Buah dengan warna berbeda dapat menyediakan
beragam zat gizi dan senyawa bioaktif.
Misalnya, buah berwarna oranye dan kuning mengandung karotenoid tertentu yang berkaitan dengan kesehatan mata, sementara vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen yang penting bagi kesehatan kulit.
5. Mendukung Energi dan Aktivitas Si Kecil
Anak membutuhkan energi untuk belajar,
bermain, bergerak, dan mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Buah dapat
menjadi bagian dari pilihan camilan yang lebih bernutrisi karena menyediakan
karbohidrat alami, air, vitamin, mineral, serta serat.
Jadi, jangan langsung menyerah ketika Si Kecil menolak buah. Bunda bisa mencoba menyajikannya dalam bentuk berbeda, seperti potongan kecil, salad buah, smoothie tanpa tambahan gula berlebihan, atau mencampurkannya dengan makanan yang sudah disukai anak.
Artikel Lainnya: Optimalkan Potensi Si Kecil Jadi Generasi Emas Anak Indonesia
Apa yang bisa Bunda lakukan kalau Si Kecil Masih Sulit Makan Buah dan Sayur?
Membiasakan anak mengonsumsi buah dan sayur
memang membutuhkan kesabaran dan kreativitas. Bunda tidak perlu memaksa si kecil,
tapi terus kenalkan secara bertahap dengan variasi rasa, warna, bentuk, dan
tekstur. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dan dorongan positif dari
orang tua dapat meningkatkan konsumsi buah dan sayur pada anak.
Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan serat
dan multivitamin si kecil, Bunda juga dapat memberikan vidoran Smart Frugi
yang mengandung ekstark buah dan sayur. Selain itu, vidoran Smart Frugie
mengandung Curcuma dan Lysine yang dapat membantu meningkatkan nafsu
makan anak.
Sebagai
multivitamin anak dari vidoran, merek yang dipercaya sejak 1977, vidoran
Smart Frugie bisa menjadi bekal Ibu dalam melengkapi kebutuhan
multivitaminSi Kecil. Dengan begitu,asupan nutrisi dan mulitvitamin yang
lengkap dari vidoran, Bunda dapat mendukung tumbuh kembang optimal si kecil
menjadi Anak Generasi Emas.
vidoran Smart Frugie, Bekal Ibu untuk Anak Generasi Emas.
Daftar Pustaka
- Ruiz, E. et al. (2021). Associations of Dietary Intake on Biological Markers of Inflammation in Children and Adolescents: A Systematic Review. Nutrients, 13(2), 423.
- Jani, R. et al. (2024). Association Between Picky Eating, Weight Status, Vegetable, and Fruit Intake in Children and Adolescents: Systematic Review and Meta-Analysis. Child Obesity, 20(8), 553–571.
- Costa Lopes, E. et al. (2026). Parental autonomy-supportive food practices and fruit and vegetable consumption in children: A systematic review and meta-analysis. Appetite, 219, 108389.