Selama kehamilan, kebutuhan nutrisi ibu
hamil meningkat dibanding kondisi sebelum hamil untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangan janin. Karena itu, banyak Bunda yang berfokus pada pemenuhan
nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi, suplemen, maupun susu khusus ibu
hamil.
Namun, bagaimana cara mengetahui apakah nutrisi yang dikonsumsi sudah mencukupi kebutuhan selama kehamilan? Ternyata, tubuh dapat memberikan berbagai tanda yang menunjukkan bahwa kebutuhan nutrisi ibu dan janin terpenuhi dengan baik. Berikut beberapa indikator yang dapat membantu Bunda mengenalinya.
1. Kenaikan Berat Badan Sesuai Anjuran
Salah satu tanda bahwa kebutuhan nutrisi
selama kehamilan terpenuhi adalah kenaikan berat badan yang berlangsung secara
bertahap sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Kenaikan berat badan selama kehamilan
dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti berat badan sebelum hamil, usia
kehamilan, pertumbuhan janin, cairan ketuban, serta peningkatan volume darah.
Jika kenaikan berat badan berlangsung sesuai target, hal ini dapat menjadi
salah satu indikasi bahwa asupan energi dan nutrisi harian sudah cukup
mendukung kehamilan.
Dikutip dari alodokter, Berikut ini adalah total kenaikan berat badan
selama kehamilan, yang masih dianggap normal atau aman, sesuai dengan IMT sejak
sebelum hamil:
- Ibu hamil yang memiliki IMT di bawah 18,5 (underweight) sebelum kehamilan, disarankan menaikkan berat badan sampai 13?18 kg
- Ibu hamil yang memiliki IMT 18,5?24,9 (berat badan normal) sebelum kehamilan, disarankan menaikkan berat badan sebanyak 11?16 kg
- Ibu hamil yang memiliki IMT 25?29,9 (overweight) sebelum kehamilan, disarankan menjaga kenaikan berat badan pada kisaran 7?11 kg
- Ibu hamil yang memiliki IMT ?30 (obesitas) sebelum kehamilan, disarankan menjaga kenaikan berat badan pada kisaran 5?9 kg
2. Energi Harian Cukup dan Tidak Mudah Lelah Berlebihan
Merasa lelah sesekali selama kehamilan
merupakan hal yang normal, terutama pada trimester pertama dan menjelang
persalinan. Namun, jika Bunda tetap memiliki energi yang cukup untuk menjalani
aktivitas sehari-hari dan tidak mengalami kelelahan berlebihan secara
terus-menerus, hal tersebut dapat menjadi pertanda bahwa kebutuhan energi dan
nutrisi ] terpenuhi dengan baik.
Asupan karbohidrat, protein, zat besi, vitamin, dan mineral yang cukup berperan penting dalam membantu tubuh menghasilkan energi selama masa kehamilan.
3. Hasil Pemeriksaan Kehamilan Normal
Pemeriksaan rutin selama kehamilan membantu
memantau kondisi kesehatan ibu dan janin. Hasil pemeriksaan seperti kadar
hemoglobin (Hb), tekanan darah, kadar gula darah, dan parameter kesehatan
lainnya dapat menjadi indikator penting kecukupan nutrisi.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet Maternal Health Series, status gizi ibu selama kehamilan berhubungan erat dengan kesehatan ibu serta hasil kehamilan yang optimal bagi janin.
4. Perkembangan Janin Sesuai Usia Kehamilan
Janin yang tumbuh sesuai usia kehamilan
umumnya menunjukkan bahwa kebutuhan nutrisi untuk mendukung proses pertumbuhan
telah terpenuhi dengan baik.
Melalui pemeriksaan rutin dan USG, dokter dapat memantau berbagai indikator perkembangan janin, seperti ukuran tubuh, berat badan, serta perkembangan organ-organ penting selama kehamilan.
5. Nafsu Makan Baik dan Tidak Mengalami Kekurangan Nutrisi Tertentu
Meskipun nafsu makan dapat berubah selama
kehamilan, terutama akibat mual pada trimester pertama, Bunda yang kebutuhan
gizinya terpenuhi umumnya tetap mampu mengonsumsi makanan secara cukup dan
beragam.
Selain itu, tidak adanya tanda-tanda kekurangan nutrisi tertentu, seperti anemia akibat kekurangan zat besi, dapat menjadi indikator bahwa asupan harian sudah cukup mendukung kebutuhan tubuh.
6. Kulit, Rambut, dan Kuku Terlihat Sehat
Kondisi kulit, rambut, dan kuku sering kali
mencerminkan status nutrisi seseorang. Asupan protein, vitamin, mineral, serta
cairan yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan jaringan tubuh, termasuk
kulit dan rambut.
Meski perubahan hormon selama kehamilan dapat memengaruhi kondisi kulit, rambut, dan kuku, secara umum kondisi yang sehat dan tidak mudah rapuh dapat menjadi salah satu tanda kecukupan nutrisi.
Lengkapi Kebutuhan Nutrisi Kehamilan dengan Dukungan yang Tepat
Selain menerapkan pola makan bergizi
seimbang, Bunda juga dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian dengan susu
khusus ibu hamil seperti vidoran Ibunda.
Susu vidoran Ibunda mengandung
formula STAR Boost yang diperkaya Cod Liver Oil, sumber alami
Omega 3 & 6 (DHA & EPA) yang penting untuk mendukung perkembangan otak
dan retina janin. Kandungan ini berperan dalam mendukung proses tumbuh kembang
janin sejak dalam kandungan.
Selain itu, vidoran Ibunda juga mengandung
vitamin A dan D, serta vitamin C, D3, E, dan zinc yang membantu menjaga daya
tahan tubuh ibu selama kehamilan. Terdapat pula kalsium, zat besi, dan protein
yang penting untuk mendukung pembentukan tulang, jaringan tubuh, serta membantu
menjaga kesehatan ibu dan janin.
Tidak kalah penting, kandungan asam folat dan inulin di dalamnya berperan dalam mendukung pertumbuhan janin sekaligus membantu menjaga kesehatan pencernaan ibu selama masa kehamilan. Dengan dukungan nutrisi yang tepat, Bunda dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih nyaman sekaligus membantu mendukung tumbuh kembang optimal si Kecil sejak dalam kandungan.
Artikel Lainnya: Jangan Asal Kasih Susu! Ini Anjuran Minum Susu Anak Sesuai Usia
FAQ
1. Apakah kenaikan berat badan yang sedikit berarti nutrisi ibu hamil kurang?
Belum tentu. Kenaikan berat badan perlu dinilai berdasarkan berat badan sebelum hamil, usia kehamilan, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah pertambahan berat badan sudah sesuai.
2. Mengapa ibu hamil perlu memeriksakan kadar hemoglobin (Hb)?
Pemeriksaan Hb membantu mendeteksi anemia yang cukup sering terjadi selama kehamilan. Anemia dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun perkembangan janin jika tidak ditangani dengan baik.
3. Apakah susu ibu hamil dapat menggantikan makanan utama?
Tidak. Susu ibu hamil berfungsi sebagai
pelengkap nutrisi dan tidak dapat menggantikan pola makan bergizi seimbang yang
tetap menjadi sumber utama zat gizi selama kehamilan.
Daftar Pustaka
- Black RE, Victora CG, Walker
SP, et al. Maternal and Child Undernutrition and Overweight in Low-Income and
Middle-Income Countries. The Lancet. 2013;382(9890):427–451.
- Keats EC, Haider BA, Tam E,
Bhutta ZA. Multiple-Micronutrient Supplementation for Women During Pregnancy. Nutrients.
2019;11(4):1–20.
- World Health Organization
(WHO). Healthy Diet During Pregnancy.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).