Kapan Saat Tepat Menambahkan Bumbu pada Makanan Si Kecil

Ketika menu makanan pendamping ASI (MPASI) untuk anak sudah semakin bervariasi, Anda boleh menambahkan bumbu. Makanan bayi memang tidak harus tawar, karena sama seperti orang dewasa, bayi dan anak-anak juga boleh menikmati rasa. Justru memperkenalkan citarasa menjadi cara yang baik untuk menawarkan makanan yang bervariasi.
Namun, kapan Anda bisa menambahkan bumbu-bumbu untuk makanan anak?
            
"Tidak ada aturan yang ketat mengenai penambahan bumbu dan daun aromatik untuk makanan bayi," papar Milena Katz, pakar diet dan juru bicara Dietitians Association of Australia. "Tetapi sebelum usianya delapan sampai sembilan bulan, lebih baik membuat makanan mereka tetap hambar. Kemudian Anda bisa mulai dengan menambahkan daun aromatik segar, yang lebih ringan daripada daun aromatik yang kering."

Di India dan Srilanka, menurutnya orangtua sudah memperkenalkan  makanan berbumbu pada makanan bayi begitu mereka sudah mengonsumsi makanan padat. Tetapi, jauh lebih baik jika Anda menunggu sampai bayi setidaknya berusia 18 bulan. Saat itulah, langit-langit mulut anak tidak begitu sensitif lagi sehingga Anda bisa mulai memperkenalkan makanan yang sedikit berbumbu.

"Bumbu yang citarasanya tajam, seperti cabai dan bawang putih, bisa mengiritasi. Jadi, sebaiknya hindari makanan bercitarasa tajam untuk bayi,"papar Milena. Menurutnya, kebanyakan bumbu tidak akan menyebabkan reaksi, tapi jika anak tidak mampu mentoleransinya, perut mereka bisa mulas."

Untuk memperkenalkan bumbu pada anak, ini yang perlu Anda lakukan:

  1. Buat hambar. The Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy menyarankan serealia tawar seperti nasi dan oats, juga puree sayuran, buah, dan daging, untuk menu MPASI.  
  2. Fokus dulu pada makanan dasar. Begitu bayi menyukai makanan padat seperti puree, mereka akan berpindah ke makanan yang ditumbuk dan finger foods, juga variasi daging dan ikan, sayuran, buah segar, dan kacang-kacangan. "Lebih baik membiasakan anak terhadap rasa dari makanan inti, seperti buah, sayuran, susu, roti, dan sereal, juga daging tanpa lemak. Biarkan mereka menikmatinya, sebelum Anda memperkenalkan bumbu pada anak,"ujar Milena.
  3. Tambahkan rasa dengan daun rempah. Ketika bayi mulai berusia sembilan atau 10 bulan, boleh tambahkan sejumput daun seledri, daun kucai, atau daun bawang.
  4. Garam sedikit saja. Menurut Milena, lebih baik menggunakan daun rempah daripada garam. Karena begitu si kecil terbiasa dengan garam, mereka tak akan mau makan kentang tumbuk tanpa garam. Hindari juga kecap, yang kadar garamnya tinggi.
  5. Kenalkan bumbu bercitarasa tajam belakangan. Bawang putih, cabai, dan kunyit boleh diberikan ketika usianya sudah 18 bulan. Tetapi jika makanan berbumbu atau pedas sudah menjadi bagian dari kultur Anda, Anda bisa mulai menambahkan bumbu yang ringan pada makanan anak dari usia 10 bulan.

FOTO: BUMBUBAYI.JPG – LATARTINEGORMANDE.COM