Memilih Sikat Gigi untuk Anak

Kebiasaan merawat gigi dengan benar merupakan hal yang harus dimulai sejak kecil. Pasalnya, kesehatan gigi akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara umum. Maka sejak kecil, biasakan buah hati sikat gigi dua kali sehari dan kunjungi dokter setiap enam bulan sekali.

Selain bisa tersenyum dengan cantik dan percaya diri, kondisi gigi yang terawat juga mengurangi risiko gangguan tubuh lain akibat kuman gigi.

Tapi hati-hati, proses merawat gigi yang salah juga bisa membuat infeksi yang lain, lho. Malah, ini bisa membuat email gigi menjadi rusak.

Maka, sebaiknya orangtua memilih sikat gigi yang baik untuk anak dan mengajarkan bagaimana cara menyikat gigi dengan benar.

“Pertama, kuncinya adalah rajin sikat gigi, setidaknya 2 kali sehari. Biasakan anak gosok gigi saat bangun tidur untuk menghilangkan endapan sisi makanan semalam dan sebelum tidur agar tidak memberi peluang terjadinya proses pembusukan,” terang Drg. Bernard Iskandar.

Tapi, ia menambahkan, dianjurkan juga menggosok gigi sehabis makan. “Kalau tidak memungkinkan, setidaknya berkumurlah setiap habis makan," kata Bernard.

Lantas, bagaimana memilih sikat gigi yang sesuai untuk anak?

1. Memilih bulu sikat yang lembut

Pilih sikat gigi yang memiliki bulu sikat lembut. Hati-hati, beberapa sikat gigi memiliki bulu sikat yang sangat kasar.  Hal ini dapat  membuat gusi teriritasi. Sikat gigi juga sebaiknya diganti setiap bulan.

Jumlah bulu sikat juga berpengaruh terhadap kemudahan kita membersihkan gigi. "Makin banyak bulu sikat, penyapuannya akan lebih merata, sehingga lebih efektif dibanding bulu sikat yang sedikit," jelas Bernard.

2. Ukuran kepala ideal

Untuk bisa menjangkau daerah-daerah gigi anak yang bagian belakang, pilih ukuran kepala sikat gigi yang mengecil di ujung sikat. "Soalnya, rahang mereka masih kecil. Hanya sikat berukuran kecil yang dapat mencapai seluruh permukaan gigi anak," kata Bernard.

3. Boleh pakai sikat gigi elektrik?

Anak-anak tidak dianjurkan memakai sikat gigi elektrik. Selain malah sering dijadikan mainan, anak juga tidak mampu mengontrol gerak sikat gigi, sehingga malah berakibat fatal.

4. Gagang lentur

Gagang sikat gigi juga sebaiknya dipilih yang lentur untuk menghindari tekanan terlalu kuat di permukaan gigi. Jadi, tidak sampai merusak permukaan gigi. "Permukaan gigi pun tidak cepat aus atau terasa ngilu," terang Bernard.

FOTO: Todaysparent.com