Nutrisi Yang Wajib Ada Di Menu Bekal Sekolah

Membawa bekal jauh lebih baik ketimbang jajan. Bekal dari rumah lebih terjamin kebersihannya, lebih sehat, dan lebih bernutrisi.

Apakah Bunda selalu menyiapkan bekal sekolah untuk buah hati? Setuju, Bun, ketimbang jajan makanan yang tidak jelas di sekolah, akan jauh lebih baik jika si kecil dibiasakan untuk menikmati bekal yang dibawanya dari rumah.

Namun tentu bekal untuk anak, bukan sembarang bekal.  Bekal yang diberikan  harus masuk dalam perencanaan kecukupan nutrisi anak hari itu. Tidak sulit, kok. Yang penting Bunda tahu dulu jam istirahat anak serta durasi ia berada di sekolah.

Begini, Bun, contohnya. Jika anak bersekolah mulai pukul 7 sampai 10 pagi, biasakan buah hati menikmati sarapan  sehatnya dahulu di rumah. Lalu bekali dengan camilan sehat, seperti buah dengan susu yang kaya vitamin dan mineral. Namun bagi buah hati yang durasi sekolahnya sudah cukup panjang dan melewati jam makan siang, bawakan bekal menu gizi seimbang  yang mengandung karbohidrat, protein, lemak,  sayuran dan buah, serta susu.

Usahakan untuk membuat bekal sekolah dengan tampilan dan warna semenarik mungkin. Bukan berarti menggunakan pewarna buatan lo, Bun,  tetapi dengan mengolah makanan sedemikian rupa. Misalnya, nasi dibungkus telur dadar yang di dalamnya terdapat oseng tahu dan ayam. Nah, pinggirannya hiasi dengan sayuran seperti wortel dan selada.  Meski sederhana, namun bekal itu akan tampak cantik dengan warna-warni sayur dan buah.

Selain itu, Bunda juga bisa menambahkan Vidoran Gummy yang disukai anak karena rasa enak dan bentuknya menarik. Tersedia Vidoran Gummy Vit C, gummy berbentuk jeruk dengan rasa jeruk yang kaya akan vitamin c dan berguna bagi daya tahan tubuh anak. Atau pilihan lainnya  Vidoran Gummy Multivitamin, gummy berbentuk karakter Shaun the Sheep dan tersedia dalam rasa peach, jeruk, apel, melon, stoberi dan anggur, yang kaya akan vitamin B kompleks , vitamin C dan lysine untuk memenuhi kebutuhan vitamin anak agar bisa tumbuh optimal.

BUNDA PERLU TERUS BELAJAR DAN  KREATIF

Bagaimana kalau si kecil tidak menyukai bekalnya?  Memang, tidak sedikit  orangtua yang mengeluh bekal sekolah yang dibawakan kerap  tidak disukai anak atau bahkan tidak dimakan. Nah, di sinilah Bunda dituntut untuk terus belajar dan lebih kreatif  lagi. Supaya anak mau memakan sampai habis bekal sekolahnya, tentu Bunda harus mempunyai prinsip makanan tersebut harus enak dan menggiurkan.

Tak kalah pentingnya,  Bunda pun harus bisa menjadi contoh bagi anak. Jika ingin anak menyukai makanan sehat, tentu Bunda harus terlebih dahulu menyukainya. Tunjukkan pada anak, bahwa Bunda pun suka sayuran, buah-buahan, ayam, daging, dan lainnya.

Jika  Bunda sudah mampu mengatasi hal itu, sekarang yang perlu juga diperhatikan adalah waktu dalam menyiapkan bekal sekolah anak. Sebab, waktu kerap kali menjadi kendala utama dalam menyiapkan bekal sekolah, sehingga sering kali membuat kita menjadi malas untuk membuatnya.

Sebenarnya, jika kita bisa kreatif, kendala waktu ini mampu, kok, disiasati. Caranya dengan persiapan yang dapat dilakukan pada akhir pekan dan sehari sebelumnya. Dengan demikian,  kita mempunyai perencanaan yang baik dan mencukupi ketersediaan bahan pangan termasuk untuk bekal.

Nah, selamat menyiapkan bekal sehat untuk buah hati!